Pengawet ( Zat Aditif)

Bahan Pengawet

Makanan yang kita temui di pasaran kebanyakan tidak mempunyai tingkat keawetan yang cukup baik, karena diakibatkan oleh bakteri dan juga jamur yang akan merubahnya menjadi makanan basi. Oleh karena itu diperlukan solusi guna membuat makanan menjadi lebih awet dan mempunyai daya tahan yang cukup lama. Proses pengawetan dilakukan hanya berdasarkan pada suatu prinsip untuk memerangi mikroorganisme-mikroorganisme yang menyebabkan pembusukan, sehingga mikroorganisme bisa dicegah proses pertumbuhan dan perkembangannya. 
Seiring dengan berjalannya waktu dan adanya suatu perkembangan pada ilmu pengetahuan, maka bisa ditemukan bermacam-macam cara untuk melakukan pengawetan bahan makanan, yakni sebagai berikut :
  • Pengeringan
Proses pengeringan bisa dilakukan melalui suatu cara yakni pada proses penjemuran atau pun pada proses pemanasan sehingga kadar air yang terkandung dalam makanan akan hilang. Misalnya pada makanan seperti dendeng dan juga ikan kering dilakukan proses pengeringan. 
  • Pendinginan Atau Pembekuan

Proses pembekuan akan mengakibatkan kadar air yang ada menjadi membeku sehingga macam-macam bakteri yang ada tidak bisa melakukan perkembangan dan pertumbuhan. Selain itu bisa digunakan untuk menghambat suatu proses metabolisme pada suatu bakteri. Misalnya seperti halnya pada bahan makanan daging dan juga ikan beku.
Contoh :
Garam Dapur
Garam dapur digunakan sebagai pengawet makanan karena dapat menghambat dan membunuh pertumbuhan bakteri dalam makanan. Hal itu disebabkan karena garam dapur bersifat higroskopis (menyerap kandungan air dalam makanan) seperti gula pasir.


Bawang Putih
Bawang putih digunakan sebagai bahan pengawet karena ketika diiris bawang putih akan mengeluarkan aiicin, yaitu suatu zat yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

Asam Cuka/Asam Asetat
Asam cuka mampu membunuh bakteri dalam makanan sehingga sering digunakan sebagai bahan pengawet roti untuk mencegah pertumbuhan kapang. 

dan juga,
Termasuk kelompok bahan zat pengawet alami diantaranya:
1) gula

2) garam
Termasuk kelompok pengawet buatan:
1) asam cuka
2) natrium propionat
3) kalsium propionat
4) natrium benzoat
5) asam sitrat
6) asam tartrat
7) natrium nitrat
8) asam fosfat
9) asam askorbat
Beberapa bahan yang sering disalahgunakan sebagai pengawet bahan makanan, diantaranya:
1) formalin / formaldehid (untuk pengawet mayat, atau hewan yang diawetkan)
2) boraks / borac acid (untuk industri tekstil, kertas, dll)




sumber : https://dosenbiologi.com/biokimia/zat-aditif
http://www.gudangbiologi.com/2015/09/jenis-jenis-zat-aditif-pada-makanan.html
http://kimiastudycenter.com/kimia-smp/73-daftar-zat-aditif-pada-bahan-makanan-minuman

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jenis-jenis umbi-umbian dan manfaatnya

Jenis-jenis serealia dan manfaatnya

Modifikasi batang pada tumbuhan